Loading...

Rabu, 12 September 2012

Masalah-masalah yang Dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi


A.   Permasalahan Ekonomi Mikro
1.     Masalah harga dasar dan harga tertinggi
Tujuan penentuan harga dasar (Floor Price) adalah untuk melindungi produsen. Misalkan pada saat musim panen, maka harga beras menjadi turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar beras untuk membantu para petani. Sedangakan tujuan penentuan harga tertinggi untuk melindungi konsumen. Pemerintah perlu menetapkan harga tertinggi untuk melindungi konsumen.
2.     Meningkatkan permintaan beras
Gagal panen menyebabkan penawaran beras berkurang sehingga harga beras naik. Untuk mengatasinya pemerintah melakukan impor beras untuk menambah jumlah penawaran beras sehingga harga bisa stabil.
3.     Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
Dengan naiknya harga BBM para pengusaha angkutan akan menaikan tarif angkutannya, sehingga masyarakatlah yang dirugikan, maka pemerintah bersama pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif umum.
4.     Masalah Monopoli
Praktik monopoli mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang jasa tertentu, sehingga merugikan masayarakat, mempersempit peluang usaha, maka pemerintah membuat peraturan, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
5.     Masalah Distribusi
Jalur distribusi yang panjang akan mengakibatkan harga barang mahal, maka pemerintah dan swasta memperpendek jalur distribusi.
B.    Permasalahan Ekonomi Makro
Ada lima masalah utama yang dihadapi pemerintah dibidang ekonomi antara lain:
1.     Masalah Kependudukan
Secara garis besar, ada lima masalah kependudukan yang dihadapi pemerintah, yaitu:
a)     Jumlah penduduk yang sangat besar.
    Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbesar di dunia, sehingga banyak persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi.
b)     Laju pertumbuhan penduduk yang pesat.
    Indonesia tergolong negara yang laju pertumbuhan penduduknya pesat.
c)     Komposisi penduduk menurut umur yang tidak menguntungkan.
    Usia muda berada dalam jumlah yang paling besar. Berarti penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun semakin meningkat dan kebutuhan akan lapangan kerja semakin besar pula.
d)     Penyebaran penduduk yang tidak merata
    Sekitar 70% penduduk di Indonesia berada di Pulau Jawa, ini membuat potensi alam yang ada di luar pulau jawa tidak dikelola secara optimal.
e)     Arus urbanisasi yang relatif tinggi.
Penduduk perkotaan berkembang semakin pesat karena sebagian masyarakat berbondong-bondong pindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Untuk mengatasi persoalan kependudukan di atas, maka pemerintah melakukan berbagai kebijakan, yaitu: 
Ø  Mengendalikan tingkat kelahiran dengan program keluarga berencana
Ø  Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak melalui program peningkatan gizi keluarga
Ø  Mengadakan transmigrasi lokal maupun nasiaonal untuk pemerataan penyebaran penduduk
Ø  Menyelenggarakan proyek-proyek di daerah serta proyek padat karya untuk
Ø  Meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi arus urbanisasi.
2.     Masalah Kemiskinan
Kemiskinan adalah manifestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, antara lain:
a)     Kebijakan Trilogi Pembangunan
b)     Kebijakan Impres Desa Tertinggal
c)     Pemberian Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
d)     Kebijakan Intensifikasi Khusus (Insus)
e)     Pemberdayaan Koperasi
f)      Pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK)
g)     Pengembangan Kawasan Terpadu
h)    Program Bapak Angkat Untuk Usaha Kecil
3.     Masalah Keterbelakangan
Indonesia masih termasuk negara keterbelakang dalam bidang:
a)     Pendidikan, Tingakat pendidikan masih rendah, karena sebagian besar penduduk Indonesia hanya mengenyam pendidikan dasar.
b)     Kesehatan, Tingakt kematian yang masih cukup tinggi, disebabkan karena keternbatasan obat-obatan, tenaga medis, dan peralatan medis.
c)     Kemajuan Teknologi, Indonesia masih banyak mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk jenis pekerjaan tertentu. Peralatan mesin-mesin yang berteknologi tinggi pun masih didatangakn dari luar negeri.
d)     Sikap Mental Ekomomi, Indonesia saat masih menduduki tingkat yang tinggi dalam hal korupsi, kolusi dan nepotisme. Masih banyak juga penpuan dan pemalsuan terhadap produk-produk yang resmi. Banyak kegiatan pembajakan karya cipta dan disiplin kerja rendah.
e)     Ekonomi, Rendahnya pendapatan per kapita, banyaknya pengangguran, terbatasnya pasar untuk produk dalam negeri, tingkat manajemen, dan profesionalisme yang rendah.

4.     Masalah Lapangan Pekerjaan
Dampak dari krisis ekonomi adalah meningkatnya jumlah pengangguran, baik di kota maupun di desa. Pengangguran di Indonesia tidak semata-mata terjadi karena tidak tersedianya lapangan kerja, tetapi juga disebabkan oleh:
a)     Rendahnya mutu dan kualitas angkatan kerja, baik dari segi pendidikan, keterampilan maupun penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b)     Banyak lulusan pendidikan menengah dan tinggi setiap tahun, namun tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja, sehingga terjadi ketidakseimbagan  antara permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja.
Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja atau kesempatan kerja, antara lain:
a)     Peningakatan pendidikan
b)     Pemberian kursus-kursus keterampilan
c)     Pemerataan pembangunan
d)     Proyek-proyek padat karya
e)     Pemberian kredit-kredit usaha kecil dan menengah

5.     Masalah Pemerataan Pembangunan
Pembangunan yang tidak merata mengakibatkan terjadinya jurang pemisah antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, antara perkotaan dan pedesaan. Maka pemerintah mengambil kebijakan untuk mengatasi hal-hal tersebut melalui delapan jalur pemerataan, yaitu:
a)     Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan.
b)     Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
c)     Pemerataan pembagian pendapatan.
d)     Pemerataan kesempatan kerja.
e)     Pemerataan kesempatan berusaha.
f)      Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
g)     Pemerataan pembangunan keseluruh wilayah tanah air.
Pemerataan kesempatan untuk memperoleh keadilan.


Sumber: LKS.Kharisma SMA Ekonomi X-Smt.2

5 komentar:

  1. Bagaimana cara Mengatasi masalah ini?

    BalasHapus
  2. ma'af baru di blz, soalnya udah lama gk buka blog...
    bukannya udh ada ya di atas cara mengatasinya, silahkan di baca lagi.

    BalasHapus
  3. terima kasih infonya, salam kenal dari saya :)

    BalasHapus